Memprihatinkan Makam Peninggalan Sultan Hadiwijaya Pajang

Maret 25, 2024
Senin, 25 Maret 2024


 Makam GKR Sekar Kedhaton Putri Ndalem Sultan Hadiwijaya Pajang. 

GUGAT news.com SOLO 

Sungguh, amat memprihatinkan! Itulah kesan kali pertama saat ziarah ke makam salah satu Putri Ndalem Sultan Hadiwijaya atau Mas Karebet yang lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir ini, adalah pusara makam Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Sekar Kedhaton yang ada di Kampung Tegal Keputren, Pajang, Laweyan, Solo.

Bagaimana tidak memprihatinkan? Makam salah satu anak dari Raja Kerajaan Pajang abad 15 silam, tampak mangkrak, kumuh, kotor dan pastinya kurang terawat. Padahal, sebenarnya kalau ditilik dari histori nya, setidaknya bisa masuk ke dalam kategori cagar budaya. Seperti halnya makam Ki Ageng Henis, Ulama di jaman kerajaan Pajang dan makamnya juga ada di Belukan, Pajang, Laweyan, Solo.

Diterangkan oleh beliau Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puger, budayawan yang juga merupakan Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono ( PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, jika GKR Sekar Kedhaton, Putri Joko Tingkir itu meninggal saat dirinya keluar dari Istana Kerajaan Pajang pada malam hari bersamaan dengan peristiwa dibunuhnya Raden Pabelan, Putra Raden Tumenggung Mayang yang kebetulan kekasihnya GKR Sekar Kedhaton.

Manakala diketahui, lanjut Gusti Puger, panggilan akrab GPH Puger, Raden Pabelan dengan aji aji kesaktian pemberian orangtuanya, Tumenggung Mayang, akhirnya bisa masuk ke Keraton Pajang tanpa harus diketahui prajurit. Lantaran sudah saling mencintai, begitu Raden Pabelan berhasil masuk keraton dan langsung bertemu dengan Gusti Sekar Kedhaton, perbuatan norma agama Islam dilanggarnya. Berzina.

Naas, nasib sial menimpa keduanya yang tengah bermesraan mendadak diketahui dayang, abdi dalem wanita penjaga Putri Ndalem Sultan Hadiwijaya, Gusti Sekar Kedhaton yang langsung melaporkannya kepada para prajurit. Tak pelak, Raden Pabelan langsung ditangkap dan diserahkan kepada sang raja Sultan Hadiwijaya yang saat itu pula langsung menjatuhi hukuman kepada Raden Pabelan. Dibunuhnya.

" Jasad Raden Pabelan pun langsung malam itu dilarang, dihanyutkan ke Sungai yang ada tidak jauh dari Keraton Pajang. Mendapati pujaan hatinya dibunuh atas perintah ayahandanya, malam itu juga Gusti Sekar Kedhaton keluar dari Istana Kerajaan Pajang tanpa tujuan yang jelas. Pastinya dengan suasana hati yang sangatlah kacau," terang Gusti Puger.

Dampaknya dari suasana hati yang tengah gundah gulana, tanpa disadari jika lari lari kecilnya itu menjadikan Gusti Sekar Kedhaton sampai di Tegal Keputren, kampung yang tidak jauh dari Keraton Pajang. Tanpa disadarinya, ada lubang sumur persis berada di depan kedua kakinya. Byuurrr....! Gusti Sekar Kedhaton terjebur sumur dan meninggal di dalam sumur yang kini ada di tengah Kampung Tegal Keputren itu.

"Cukup disayangkan, Putri Ndalem Sultan Hadiwijaya Raja Pajang yang cukup masyhur itu, kini makamnya kurang terawat dan kumuh. Bangunan tembok batanya mulai retak di pusara makam berukuran 5x2 itu. Di atasnya ditumbuhi pohon Kamboja dan rumput rumput liar. Memprihatinkan!" papar GPH Puger, prihatin. # Vin


Thanks for reading Memprihatinkan Makam Peninggalan Sultan Hadiwijaya Pajang | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS