Suksesi Tahta Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Minggu, 28 Desember 2025
GUGAT news.com SURAKARTA
Dikonfirmasi di rumahnya Ndalem Kapugeran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum lama ini, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, salah satu dari Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan adik kandung Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, menegaskan bilamana dirinya sudah siap untuk Jumeneng Noto Sebagai Raja Sinuhun PB XIV Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Bukan tanpa alasan, Gusti Puger panggilan akrab KGPH Puger sudah lebih jauh menghitung hitung jika dirinya harus Jumeneng Noto. Selain berpengalaman juga pernah dirinya dinobatkan sebagai Pelaksana Tugas Harian ( Plt) menggantikan Sinuhun PB XIII, beliau juga dikenal mumpuni sebagai budayawan sehingga dalam etika, adab, adat istiadat, angger angger, paugeran aturan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hingga sah dan tidaknya seseorang untuk jumeneng Noto sebagai Sinuhun Paku Buwono, beliau kuasaim.
" Baik Gusti Pangeran Hangabehi maupun Gusti Purboyo, keduanya sudah melanggar adat istiadat untuk menobatkan dirinya sendiri sebagai Raja Sinuhun PB XIV Hangabehi dan Sinuhun PB XIV Purboyo Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Keduanya jelas salah. Melanggar adatnya mereka, untuk Hangabehi yang semula bernama Mangkubumi, sudah seharusnya lah yang menggantikan namanya Sinuhun PB XIII bukan dari Lembaga Dewan Adat (LDA), dalam hal ini Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Mung. Ini jelas menyalahi adat, apalagi dimaksudkan untuk penobatan sebagai PB XIV," tegas Gusti Puger.
Untuk Gusti Purboyo, tambah Gusti Puger, tidak seharusnya dirinya memproklamirkan sebagai seorang raja secara mendadak tanpa persetujuan dari keluarga besar keraton, bahkan di depan jenazah Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang di makamkan saja belum. Bukan hanya itu saja, ada beberapa pelanggaran etika moral sebagai trah ndalem secara yuridis hukum. Pernah berujar kebencian terhadap negara dengan mengatakan " Menyesal telah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),"
Untuk beliau Pangeran Sepuh, Gusti Tejo Wulan, masih menurut penuturan Gusti Puger, bagus dari segala bidang. Pandai karena seorang perwira tinggi TNI AD. Dekat dengan pemerintahan, cakrawala berpikiran luas, pastinya gagah, tampan berwibawa, hanya saja terlahir dari ibu yang berbeda dengan Sinuhun PB XIII. SE ayah namun tidak se ibu. Alhamdulillah, kami dengan Sinuhun PB XIII satu bapak dan SE ibu, sehingga bisa menjadikan sah dalam angger angger.
"Alhamdulillah...saya dengan Sinuhun PB XIII terlahir sebagai kakak beradik yang sekandung, satu ayah Sinuhun PB XII dan se ibu GKR Pradapaningrum. Artinya, saya lebih berhak secara adat dan paugeran Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk Jumeneng Noto Sebagai Sinuhun PB XIV Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Dinasti Mataram Islam. Semoga ini menjadikan Rahmad Nya tersendiri dari Gusti Kang Murbeng Dumadi Akaryo Jagad, Allah SWT terhadap saya," pungkas KGPH Puger. # Yani.





