Ribuan Warga Penuhi Pura Mangkunegaran Jumenengan MN X Yang Ke 4
Meriah! 1.000 Warg Ikuti Jumenengan ke 4 Mangkunegara X sambil menikmati Pesona Tari Bedhaya Anglir Mendung
GUGAT news.com SURAKARTA
Pura Mangkunegaran kemarin telah menggelar upacara adat Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan ulang tahun kenaikan takhta ke-4 nya Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, Selasa ,27 Januari 2026
Menariknya untuk tahun ini sedikit berbeda dengan peringatan naiknya takhta yang digelar secara meriah serta melibatkan sedikitnya 1.000 orang dari berbagai kalangan masyarakat, bergodo prajurit Mangkunegaran serta dihadiri sekitar 800 tamu undangan.
Tari Bedhaya Anglir Mendung yang ditarikan oleh 7 orang penari wanita wanita cantik menjadi puncak acara jumenengan.Tarian ini merupakan pusaka Mangkunegaran yang menggambarkan heroisme dan perjuangan Raden Mas Said (KGPAA Mangkunegara I) bersama pasukannya melawan kompeni Belanda di Ponorogo pada tahun 1752.
Jumenengan kaping 4 KGPAA Mangkunegoro X selain melibatkan masyarakat juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan istrinya Selvi Ananda.
Tampak hadir ketua Lembaga Dewan Adat Kraton Surakarta GKR Wandansari Koes Moertiyah, putra mendiang PB XIII KGPH Hangabehi. Juga hadir KGPH Panembahan Dipokusumo dengan istrinya Febri Hapsari Dipokusumo
Tingalan jumenengan ke -4 ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepemimpinan KGPAA Mangkunegoro X di Pura Mangkunegaran
Prosesi acara jumenengan diawali penampilan bregada prajurit atau royale defile dilanjutkan tarian pusaka Bedhaya Anglir Mendung.
Dalam kesempatan ini Raden Nganten T Dr Peni Candra Rini seorang seniman multitalenta asal Solo yang dikenal sebagai sinden (vokalis), komposer, dan akademisi memberikan persembahan seni.
Pada jumenengan kali ini sejumlah tokoh mendapatkan gelar kebangsawanan diantaranya Dr. Bondet Wrahatnala, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Solo menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT).
KRT Dr. Bondet Wrahatnala dikenal sebagai akademisi dan seniman yang aktif dalam pelestarian budaya.
Tokoh lain yang juga menerima gelar pada kesempatan tersebut diantaranya politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menerima gelar Kanjeng Pangeran (KP). # DJ4R





