iklan



FOKUS

Pasar DJADOEL Tempuran, Gerakan Ekonomi Umat Berbasis Masjid


 GUGAT news. com

BANTUL — Pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah masjid akan hadir melalui Pasar DJADOEL Tempuran Bintaran Kulon di Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Pasar yang mengusung konsep kuliner tradisional sehat dan ramah lingkungan ini dijadwalkan dibuka pada Ahad Pahing, 1 November 2026, pukul 07.00–12.00 WIB.

Pasar DJADOEL Tempuran merupakan inisiatif jamaah Masjid Al-Kautsar Bintaran Kulon yang dikembangkan bersama masyarakat melalui kolaborasi dengan LP UMKM PWM DIY dan LAZISMU DIY. Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan pasar kuliner, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi warga, pelestarian tradisi, dan pengembangan pangan lokal.

Salah satu keunggulan pasar ini adalah komitmennya menghadirkan kuliner tradisional berbahan alami. Para pelapak diarahkan untuk menyajikan makanan tanpa tambahan MSG, pewarna sintetis, dan bahan pengawet, dengan mengutamakan bahan-bahan lokal.

Pasar ini juga mendorong penggunaan tepung mocaf (Modified Cassava Flour) berbahan dasar singkong sebagai alternatif tepung terigu pada produk yang sesuai. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada gandum impor sekaligus membuka peluang usaha bagi petani singkong dan pelaku pengolahan pangan lokal.

Menggerakkan Ekonomi, Merawat Lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian penting dari konsep Pasar DJADOEL Tempuran. Pengelola berkomitmen meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dengan mendorong pemanfaatan kemasan alami, seperti daun pisang, daun jati, dan besek bambu.

Lapak pedagang dirancang sederhana menggunakan meja bambu tanpa tenda maupun bangunan permanen. Konsep ini mempertahankan suasana alami kawasan Tempuran yang berada di sekitar pertemuan Kali Opak dan Kali Gawe.

Keberadaan pasar tersebut sekaligus diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap kelestarian alam.

Melalui kolaborasi dengan LP UMKM PWM DIY dan LAZISMU DIY, Pasar DJADOEL Tempuran diharapkan berkembang menjadi ruang pendampingan usaha, penguatan produk lokal, dan pembentukan ekosistem ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Inisiatif ini juga menegaskan peran masjid yang tidak terbatas sebagai pusat ibadah, tetapi turut menjadi penggerak pemberdayaan ekonomi, pendidikan sosial, dan penguatan solidaritas masyarakat.

Puluhan Kuliner Tradisional dan Dhuwit Pring

Pada penyelenggaraan perdana, Pasar DJADOEL Tempuran direncanakan melibatkan sekitar 28 pelapak yang menawarkan lebih dari 50 jenis makanan, minuman, dan produk tradisional. Pengunjung dapat menemukan aneka jajanan pasar, makanan khas pedesaan, minuman rempah, hasil bumi, hingga kerajinan masyarakat.

Keunikan lainnya adalah penggunaan Dhuwit Pring, alat tukar khusus berbahan bambu yang digunakan untuk bertransaksi di lingkungan pasar. Penggunaan alat tukar ini menjadi bagian dari pengalaman berbelanja sekaligus memperkuat identitas tradisional pasar.

Suasana pasar juga akan dimeriahkan kesenian karawitan dan dolanan tradisional. Berada di kawasan rindang di bawah rumpun bambu, pasar ini menawarkan pengalaman menikmati kuliner sekaligus merasakan kembali suasana kehidupan pedesaan.

Mengusung semboyan “Ngrumat Tradisi, Ngrumat Bungahing Ati”, Pasar DJADOEL Tempuran mengajak masyarakat merawat warisan budaya, menghidupkan ekonomi warga, menjaga lingkungan, dan membangun kebersamaan.

Pasar ini direncanakan berlangsung rutin setiap selapan atau 35 hari sekali. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk mengembangkan ekonomi lokal yang sehat, berbudaya, dan ramah lingkungan. (Tor)




BACA JUGA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1











Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close