Pat Jupat Limo Pancer Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

November 15, 2023
Rabu, 15 November 2023


 Sesajian Mahesa Lawung ke Alas Krendho Wahono. Foto : Yani

GUGAT news.com SOLO

Disela-sela acara ritual sakral caos dahar Wilujengan Nagari, doa untuk keselamatan negara dengan ritual Mahesa Lawung, Senin Pon (13/11) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, Pengageng Perintah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KPHAdp) Dipokusumo mengungkapkan jika Mahesa Lawung bagian dari caos dahar Pat Jupat Limo Pancer.

Adalah Wilujengan Nagari, doa untuk keselamatan negara yang dilakukan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam setiap tahunnya ada 5 titik, Pat Jupat Limo Pancer. Dari sisi Timur, ada Gunung Lawu. Sedangkan sisi Selatan labuhan ke Segoro kidul, laut selatan. Arah Barat berada di Gunung Merapi dan sebelah Utara dilakukan di Alas, Hutan Krendho Wahono, Karanganyar.

Sesaji Mahesa Lawung potongan kepala kerbau. Foto : Yani

Khusus untuk Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan Pancer, pusatnya. Sehingga caos dahar atur sesajian di keraton bukan hanya setahun sekali, melainkan banyak ritual sakral dikerjakan di dalam Cepuri Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga di dalam dan luar Beteng Baluwarti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

"Alhamdulillah... selain Pat Jupat Limo Pancer Wilujengan Nagari, doa untuk keselamatan negara yang pada saat itu adalah Nagari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat banyak sekali dalam setiap tahunnya. Ada Grebeg Maulud, Grebeg Poso, Grebeg Besar Iedul Adha, Sekatenan, Syuroan, Tingalan Jumeneng, caos dahar tiap hari Kamis dan masih banyak lainnya selalu dikerjakan oleh keraton," terang KGPH Adipati Dipo Kusumo.

Kembali ditegaskan Gusti Dipo, panggilan akrab KGPHAdpt Dipo Kusumo, untuk hari ini Senin Pon Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar ritual sakral Wilujengan Nagari doa untuk keselamatan negara dengan ritual Mahesa Lawung ke Alas Krendho Wahono, Karanganyar, yang ratusan tahun silam dipakai untuk pertemuan Sinuhun PB VI dengan Pangeran Diponegoro.

Untuk berperang melawan penjajah Belanda, lanjut Gusti Dipo, Pangeran Diponegoro yang saat itu ditentang ayahandanya Sultan Hamengku Buwono III, oleh pamannya Sinuhun Paku Buwono VI Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, diberikan modal perang. Untuk pertemuan sekaligus mengatur strategi dari arahan Sinuhun PB VI, bertemulah di Alas Krendho Wahono.

Kembali ke masalah Wilujengan Nagari, lanjut Gusti Dipo, untuk caos dahar sesajipun juga berlainan. Khusus untuk Gunung Lawu dan Merapi, sepertinya sama, kalaupun berbeda hanya sedikit. Kalau untuk Laut Selatan dan Alas Krendho Wahono, ada perbedaan yang menonjol. Dilarung, dilabuh ke Laut Kidul, ada potongan kuku dan rambut Sinuhun selain ageman, pakaian busana.

"Ada pakaian busana Sinuhun, bahkan harta benda milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang setiap bulan Syuro dilarung, dilabuh ke Laut Selatan untuk diperebutkan berkahnya oleh mereka warga masyarakat yang telah memenuhi pantai Parang Kusumo untuk labuhan,"  jelas Gusti Dipo.

Sedangkan untuk caos dahar Wilujengan Nagari doa untuk keselamatan negara dengan ritual Mahesa Lawung, yang sangat menonjol dan harus disediakan yaitu potongan kepala kerbau untuk dikubur di depan gunungan pohon beringin putih di Alas Krendho Wahono, setelah selesai di doakan ulama di Sitihinggil Lor Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

"Dari Sasana Putra Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dibawa ke Sitihinggil Lor untuk Didoakan bersama ulama, prajurit, Sentono Ndalem dan abdi dalem. Barulah dikeluarkan melalui Pagelaran Keraton masuk Alun alun Lor, selanjutnya dibawa mobilkr Alas Krendho Wahono, Karanganyar," terang KGPH Adipati Dipo Kusumo. #Yani









Thanks for reading Pat Jupat Limo Pancer Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

TERKAIT

Show comments

HOT NEWS