Walikota Solo dan DPRD Solo Setuju APBD Perubahan 2025 Ada Peningkatan
GUGAT news.com SOLO
Gedung Graha Paripurna DPRD Surakarta menjadi saksi Senin siang kamarin,Perubahan APDD 2025 secara bulat mendapat persetujuan para anggota dewan yang hadir dan ada peningkatan,bertambah Rp.107 Miliar.
Walikota Surakarta Respati dan Para Ketua Dewan menanda tangani persetujuan bersama,disaksikan para anggota dewan dan para Kepala Dinas. Juru bicara Banghar Rheo Fernandez dari PDIP menyampaikan laporannya,menyebut antara lain APBD 2025 yang awalnya Rp.2.226 trilun mendapat tambahan sekitar Rp.107,6 miliar sehingga menjadi Rp.2,3 triliun.
Dalam kesempatan tersebut Walikokota Respati berharap yang penting asaz kemanfaatan di masyarakat, untuk program Rumah Siap Kerja dan Usaha mikro ,kecil,dan menengah [UMKM ]center.
Kedepan Walkikota berharap ada peningkatan pendapartan,meski belum menyebut angkanya.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema. Nikah Siri, Rukyah dll. Hub : A.A. Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968
Tampak Juru bicara Banghar Rheo Fernandez dari PDIP menyampaikan laporan pembahasan kepada Ketua DPRD Surakarta Budi Prasetyo .#desri/ Yan
Ayo Piknik Pas Tanggal Abang
GUGAT news.com SOLO
Ayo piknik pas tanggal abang.
Ke Bali hari Kamis siang - Senin subuh.
Tanggal 4-8 September 2025
Biayanya hanya Rp. 1.500.000,- bisa nginap 2 malam di hotel bintang 3 yang ada kolam renangnya, bisa makan malam seafood di pinggir pantai Jimbaran juga nonton Tari Barong yang megah dan tentu belanja kaos JOGER, keceh di pantai Kuta !
Nyenengke tah?
Titik kumpul di Lapangan Pamedan Pura Mangkunegaran Solo Segera daftar, bayar DP dan kursi yang nyaman ke nomor : 081 3291 22864 085 7282 09058Ayoo healing sejenak ..
Penghargaan Dan Empati Polres Wonogiri Terhadap Almarhum Aiptu Aris BA
Wujud Penghargaan dan Empati, Polres Wonogiri Gelar Upacara Dinas untuk Almarhum Aiptu Aris Ba Polres Sukoharjo
GUGAT news.com WONOGIRI
Wonogiri – Polres Wonogiri menggelar upacara persemayaman dan pemakaman secara dinas bagi Almarhum AIPTU Aris Rudiyanto, S.H., M.H., anggota BA Sidokkes Polres Sukoharjo, pada Minggu (27/7/2025) di kediaman duka, Dusun Bakalan, Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.
Upacara dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum yang wafat karena sakit. Prosesi upacara berlangsung khidmat hingga selesai, dengan melibatkan unsur dari Polres Wonogiri dan Polres Sukoharjo.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub ' A.A.Yani. perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968
Upacara dimulai dengan prosesi militer yang dihadiri oleh rekan-rekan sejawat Almarhum dari Polres Sukoharjo maupun anggota Polres Wonogiri, serta kerabat dan masyarakat setempat.
Puluhan personel Kepolisian menyampaikan penghormatan terakhir kepada Almarhum.
Sebagai Inspektur Upacara dalam persemayaman, Kompol Pariastutik, S.H., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Jarot Sungkowo, S.H., S.I.K., M.H., Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono, menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya, kita merasa sangat kehilangan.
“Semoga arwah Almarhum diberikan tempat terbaik di sisiNya dan diampuni segala dosa-dosanya, kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga di berikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.
Upacara ini menjadi wujud penghargaan atas pengabdian almarhum selama bertugas di lingkungan Polri, serta bentuk solidaritas dan empati institusi kepada keluarga yang ditinggalkan.#S1Q
UNIBA Solo Perlu Gagas Lembaga III DS
PROF.BAEQUNI KETUA GURU BESAR UGM,UNIBA SOLO PERLU MENGGAGAS LEMBAGA IIIDS ,UNTUK MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN SEMUA PIHAK ,TERMASUK LUAR NEGERI
Belajar Masak Memasak Bersama Ganep Di Hari Anak
Sinau Masak Sareng Ganep: Merayakan Hari Anak Nasional dengan Kegiatan Edukatif dan Seru!
GUGAT news.com SOLO
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Ganep Tradisi Solo menghadirkan kegiatan spesial bertajuk "Sinau Masak Sareng Ganep" dengan tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat!"
Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengembangan kreativitas dan kemandirian anak melalui edukasi memasak tradisional yang menyenangkan. Diikuti 30 anak usia 6 - 13 tahun dari berbagai sekolah, dilaksanakan Sabtu, 26 Juli 2025 di Lantai 2 toko ganep pusat.
Peserta belajar memasak kudapan klepon, semar mendem dan aneka roti manis lengkap dengan pendampingan dan materi yang menarik.
Melalui kegiatan ini, Ganep ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap kuliner tradisional sejak dini serta mengajak anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema. Nikah Siri, Rukyah dll. Hub : A.A. Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968Mari rayakan Hari Anak Nasional bersama dan dukung generasi penerus bangsa yang kreatif, sehat, dan hebat!
Ahmad Dhani Terima Kekancingan Keraton Kasunanan Surakarta
Akhmad Dhani terima gelar bangsawan Kekancingan sebagai Kanjeng Pangeran (KP) Akhmad Dhani Sastro Atmojo Joyonagoro bersama Kangjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati ( KGPH Adpt) Dipo Kusumo. Foto : Yan
Rumah Batik Laweyan Mulai Sepi
Wuri Baret : Kami Tegakkan Kebenaran Tanpa Berharap Bayaran
Wuri Baret aktivis 98 asal Kota Solo yang menegakkan kebenaran tanpa berharap imbalan apalagi bayaran dari siapapun. Foto : Yani.
GUGAT news.com SOLO
Ditemui GUGAT news di Kampung Batik Laweyan saat dirinya tengah jalan jalan wisata batik, Wuri Baret aktivis 98 dan sekaligus politisi asal Kota Solo itu mengaku prihatin sekali dengan tuduhan miring jika selama ini kegiatan untuk menegakkan kebenaran yang datangnya dari Allah SWT dan berkaitan dengan ijazahnya Jokowi itu menerima bayaran.
Masjid Laweyan dan Langgar Laweyan Itu Ada Di Kecamatan Laweyan Solo
Langgar Laweyan ada di Kampung Batik Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo. Foto : Yani
GUGAT news.com SOLO
Di kecamatan Laweyan, Solo selain ada Masjid Laweyan yang merupakan masjid tertua di Kota Solo (1546) peninggalan sejarah Kerajaan Pajang dengan rajanya Sultan Hadiwijaya yang dikenal sebagai Mas Karebet atau lebih populer dengan sebutan Joko Tingkir pada abad 15 silam, juga ada Langgar Laweyan (1918) peninggalan Laskar Hisbullah, tentara Islam yang selalu perang dan memerangi Kolonialisme Belanda serta keduanya termasuk yang dilindungi dan masuk kategori cagar budaya.
Untuk diketahui, kalau di Jawa Tengah, utamanya Kota Solo masjid selain dipakai untuk berjamaah shalat wajib lima waktu juga diperuntukkan mendirikan shalat berjamaah Jumat serta kajian Islam. Namun tidaklah demikian halnya dengan langgar, mushola atau surau bisa dipergunakan mendirikan jamaah shalat wajib lima waktu, namun tidak boleh dipakai untuk kegiatan shalat Jum'at, namun boleh menggelar kajian Islam. Mungkin saja, langgar ini hanya ada di Jawa Tengah, khususnya Solo.
Masjid Laweyan (1546) peninggalan Sejarah Sultan Hadiwijaya, Mas Karebet yang dikenal sebagai Joko Tingkir Raja Kerajaan Pajang. Foto : Yani
Menariknya di Kecamatan Laweyan ini, selain ada Masjid Laweyan juga ada Langgar Laweyan. Masjid Laweyan peninggalan Sejarah Joko Tingkir sedangkan langgar Laweyan peninggalan dari Laskar Hisbullah dan merupakan milik pribadi dari Saudagar batik yang ada di Kampung Batik Sondakan, yaitu Marto Saputro. Keberadaan Masjid Laweyan ada di Kampung Batik Laweyan sedangkan Langgar Laweyan ada di Kampung Sondakan. Kesemuanya itu dipisahkan oleh Jalan Raya Dr Rajiman.
Sehingga dengan adanya Masjid Laweyan dan Langgar Laweyan di Kecamatan Laweyan, tak jarang menjadikan orang bingung membedakannya. Apalagi kalau mereka yang datang dari luar Kota Solo akan dibuatnya bertanya tanya. Jangan mereka yang berasal dari luar Kota Solo, yang tinggal di Kota Bengawan ini juga tak jarang dibuatnya sedikit bingung. Bukan tanpa alasan, mereka harus bertanya untuk informasi akan Masjid Laweyan dan Langgar Laweyan.
"Langgar Laweyan ada di pinggir jalan raya dr Rajiman, bangunannya lebih kecil namun tampak indah dengan ornamen ukiran kayu jatinya. Sehingga biasa dipakai foto freeweding untuk pernikahan atau Selfi bagi yang tinggal di luar Solo. Tiada kegiatan jamaah shalat Jum'at, termasuk peninggalan sejarah yang dilindungi oleh BPCB cagar budaya," terang Basuki selaku Marbot di Langgar Laweyan.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub: A.A. Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968.
Lain halnya dengan Masjid Laweyan, masih menurut penuturan Basuki, semua kegiatan agama Islam ada di dalamnya. Usia bangunan jauh lebih tua dan lebih luas bangunan nya yang merupakan bekas bangunan Pure Hindu Ki Ageng Beluk yang diberikan kepada Ki Ageng Henis ulama besar Keraton Kasultanan Pajang. Oleh Ki Ageng Beluk Pure padepokannya diberikan kepada Ki Ageng Henis setelah beliau memeluk Islam dari sebelumnya beragama Hindu.
"Banyak orang dari luar kota Solo begitu tiba di Langgar Laweyan, menanyakan tentang keberadaan Masjid Laweyan yang jelas ga tak jauh dari Langgar Laweyan, ke Selatan 100 meter. Di Masjid Laweyan, pengunjung selain hendak shalat di Masjid Laweyan juga berziarah makam ke Ki Ageng Henis, cikal bakal pendiri Dinasti Mataram Islam. Kakek dari Danang Sutawijaya yang dulu tinggal di Kampung Laweyan dan mendirikan Kerajaan Dinasti Mataram Islam I Kota Gede setelah ayahnya Ki Ageng Pemanahan menerima tanah perdikan di Kota Gede Jogjakarta dari Joko Tingkir," pungkas Basuki, tersenyum. #Yan 1.
Di Solo Ada Dijual Nasi Kucing
Nasi kucing, karena porsinya sehingga bagus sekali untuk dikonsumsi bagi orang penderita Diabetes. Foto : Yani
GUGAT news SUKOHARJO
Kali ini GUGAT news semalem tengah berada di sekitar perbatasan Kabupaten Sukoharjo dengan Kota Solo untuk melihat sekaligus menyaksikan secara langsung akan kebenaran cerita cerita dari mereka para penyuka kulineran jika wedangan atau angkringan di Solo banyak menawarkan menu unik, satu diantaranya Sego Kucing alias nasi kucing.
Kabarnya, nasi kucing ini bagus untuk dikonsumsi bagi penderita diabetes. Sepertinya bukan tanpa alasan, jika dikatakan demikian, pasalnya porsinya cukup pas. Nasi putih yang hanya sekitar 3-4 sendok, sambel dan irisan ikan bandeng goreng yang kesemuanya menjadikan rasa sensasi tersendiri kelezatannya yang dikemas dengan bungkus daun pisang. Bahkan kabarnya, nasi pun di masak bukan dengan api gas melainkan bara bara api arang kayu bakar.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema. Nikah Siri, Rukyah dll. Hub : A.A. Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968Menariknya, Sego kucing yang dahulunya merupakan makanan favorit bagi kucing piaraan rumahan, sekarang ini justru menjadi kegemaran sekaligus kebanggaan tersendiri bagi penyuka kulineran wedangan, angkringan. Bukan hanya lantaran murah saja, melainkan banyak hal sebagai alasannya. Porsi cukup untuk penderita diabetes termasuk bagi yang tengah menjalani program diet. Mengurangi berat badannya.
"Saya sendiri jika ke wedangan, bisa dipastikan lagi makan Sego Kucing dengan tempe tahu bacem. Memang bagi pengidap diabetes porsinya cukup tepat, namun bagi saya Alhamdulillah yang tidak diabetes ya kalau 1 bungkus kuranglah. 2 bungkus lagi pas dengan tambahan menu tahu tempe bacem juga gorengan lainnya yang menu jadul tradisional. Angkringan di Solo itu murah meriah dan menyehatkan," urai Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger yang tengah nangkring di Wedangan Subur, Banaran, Grogol, Sukoharjo.
Bisa jadi, Sego Kucing ini hanya ada di Solo yang identik dengan suasana Wedangan dan angkringan dari pagi dini hari sampai pagi lagi, angkringan bisa dijumpai di Kota Solo. Mungkin wedangan dan angkringan itu juga dikenal pula di sekitar Jogjakarta. Kalau di Solo, dahulunya angkringan atau wedangan ini dipikul dan dijajakan pada malam hari dengan mengelilingi kampung. Saat itu dikenal sebagai Hidangannya Istimewa Kampung (HIK), seiring perkembangan jaman, jadi wedangan atau angkringan gerobak dorong dan kini menetap di pinggiran jalan kampung hingga protokol. #Yani
Wongsolo Kagumi Koleksi Museum Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
Owners Ayam Bakar Wongsolo Grup, Puspo Wardoyo ( kaos hitam ) minta penjelasan tentang silsilah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada guide Mas Ngabehi (MNg) Projo Purnomo. Foto : Yan 1
GUGAT news.com SOLO
Belum lama ini, adalah Puspo Wardoyo owners Ayam Bakar Wongsolo Grup, founder Makanku serta pemilik destinasi wisata air dan edukasi Kali Pepe Land, menyempatkan diri untuk berkunjung ke Museum milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Bukan hanya seorang diri, melainkan Puspo Wardoyo bersama rombongan keluarga dan beberapa karyawan Wongsolo Grup cabang Solo.
Untuk diketahui Ayam Bakar Wongsolo Grup ini bukan hanya ada di Kota Solo saja melainkan ada di setiap daerah kabupaten, kota madya, propinsi hingga ibu kota Jakarta. Bahkan ada pula beberapa outlet di luar negeri, Malaysia dan Jeddah, Arab Saudi. Sehingga kalau saja ditotal, tidaklah kurang dari 250 cabang Ayam Bakar Wongsolo Grup. Bahkan termasuk bagian dari pemasok atau katering untuk jamaah umroh dan haji dari Indonesia.
" Sebagai Wongsolo atau saya yang kelahiran Kota Solo, sudah lama sekali tidak pernah berwisata ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Justru dahulunya semasa masih remaja, sering bermain ke keraton karena ada beberapa Putra Putri Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat banyak yang menjadi teman sekolah di SMA Negeri 4 Solo, salah satunya yaitu Bandino atau Gusti Puger," terang Puspo Wardoyo tersenyum.
Didampingi langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger teman sekolahnya di SMA Negeri 4 Solo, Puspo Wardoyo banyak bertanya dengan guide Mas Ngabehi Projo Purnomo tentang seputar sejarah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang berdiri pada 1745 dari awal cikal bakal pendiri Dinasti Mataram Islam Kota gede, Bantul, jogjakarta, Panembahan Senopati sampai dibagikan nya Dinasti Mataram Islam Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Lain halnya dengan percakapan nya bersama Gusti Puger, selain bicara sejarah keraton, tak jarang diselipkan cerita cerita tempo dulu saat masih bersama duduk di bangku sekolah SMA Negeri 4 Solo. Gelak tawa pun mewarna sesana alumni sekolah SMA Negeri 4 Solo. Tak jarang gurauan humor pin dilontarkan Puspo Wardoyo yang berkaitan dengan peran poligami dari Bapaknya Gusti Puger yang memiliki isteri sebanyak 6 wanita. Bapaknya pelaku poligami hebat' dengan 6 istri dan berputra 36 orang Sayang nya tiada yang berani putranya berpoligami.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub : A A. Yani Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968.
"Alhamdulillah.. saya salut dengan Sinuhun PB XII yang melakukan poligami, kebetulan saya sendiri juga pelaku poligami. Sayangnya tak ada satupun anak laki-laki nya PB XII tiada yang berani mencontoh poligami ayahnya. Puger sendiri hanya dengan satu istri dan itupun sudah meninggal dunia," kelakar Puspo Wardoyo yang langsung disambut Gusti Puger dengan tertawa. #Yani.
Gusti Puger Enggan Cawe Cawe Gelaran Sekaten Alun alun Kidul
Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger salah satu Putra Ndalem dari Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Foto : Yani
GUGAT news.com SOLO
Dikonfirmasi beberapa hari lalu saat beliau berada di Alun-alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, salah satu Putra Ndalem Sinuhun Paku Buwono (PB) XII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sekaligus juga adik kandung Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, menegaskan jika dirinya tidak mau dan enggan untuk cawe cawe, ikut nimbrung urusan revitalisasi Alun alun Kidul dan Lor Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Meskipun sebagai Putra Ndalem Sinuhun PB XII dsn adik kandung Sinuhun PB XIII Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, secara pribadi saya tidak mau ikut cawe cawe, ngurusi revitalisasi Alun alun Kidul dan Lor, termasuk mau dipakai kegiatan apa saja, saya tidak peduli. Lebih baik diam, takut salah dan disalahkan. Alun alun Kidul Belum lama dipakai untuk kegiatan Pesta Rakyat menyambut Hari Kartini dan belum lama direvitalisasi sudah mulai banyak yang rusak," tegas KGPH Puger.
Kembali ditegaskan oleh Gusti Puger, panggilan akrab KGPH Puger, bisa jadi akan lebih rusak lagi kondisi Alun alun Kidul yang belum lama ini dipakai Pesta Rakyat, dalam waktu dekat akan dipakai untuk Gelaran Sekaten 2025 yang dimulai dengan Pesta Rakyat dari 2 Agustus - 16 September. Hampir 1.5 bulan. Sumonggo, silakan saja. Rumput yang sudah kering dan rusak, pastinya akan lebih parah lagi rusaknya. Boleh jadi, kesemuanya tidak terlepas dari bisnis.
Tinggal nantinya ditunggu saja, lanjut Gusti Puger, kondisi Alun alun Kidul akan menjadi indah atau malahan semakin. rusak. Bisa dipastikan lagi, setidaknya ada ratusan tenan yang akan memenuhi Alun alun Kidul, termasuk wahana permainan anak-anak dan selama lebih dari 1 bulan. Berbeda dengan Alun alun Lor yang setelah usai revitalisasi, kondisi nya masih tampak bagus, asri dan indah, paling sedikit ada sampah berserakan di sepanjang trotoar jalan yang biasa di pakai olah raga jalan kaki dan lari lari kecil.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub: A.A.Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968.
"Saya tidak tahu, nantinya gelaran Sekaten dibagi 2 dan tidaknya. Artinya, khusus untuk malam Pasar Rakyat dipusatkan di Alun alun Kidul, sedangkan Sekaten yang identik dengan suara gamelan selama sepekan tetap ada di halaman Masjid Agung, termasuk pedagang tradisional Sekaten. Kulineran Sego liwet, Cambuk Rambak, Tahu Kupat, Minuman Dawet, Ronde, permainan anak-anak, telur asin, tembakau dan peralatan pertanian. Kembali lagi saya tidak mau cawe cawe, bukan wewenang saya," pungkas Gusti Puger, tersenyum. # Yani.
Selat Sambel Goreng Kacang Lotto
Selat Sambel Goreng Kacang Lotto baik sekali untuk penderita Diabetes.
GUGAT news.com SUKOHARJO
Sepertinya Warung Makan Intan Gentan yang ada di jalan Jetis raya, Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini tidaklah seperti warung makan pada umumnya. Artinya, selain tersedia belasan menu masakan tradisional khas Jawa, harga juga cukup terjangkau. Masalah rasa tidaklah perlu untuk diragukan lagi. Jelas kelezatannya. Menariknya, juga ada menu kombinasi yang sesuai dengan permintaan pembeli.
Saat GUGAT news berkunjung ke Warung Makan Intan Gentan, langsung ditawari salah satu pramusaji akan adanya sebuah menu menarik. Selat Sambel Goreng Kacang Lotto dan Selat sayur lodeh. Keduanya enak dan lezat sekali, lebih enak kalau dimakan saat siang hari bersamaan adanya terik panas matahari. Plong rasanya, bikin badan jadi segar dan bugar setelah seharian suntuk bekerja, kepenatan pun hilang.
"Selat Sambel Goreng Kacang Lotto dan Selat Sayur Lodeh itu tak ubahnya menu selat biasa pada umumnya. Kesemuanya bahan racikan selat itu direbus bukan digoreng. Ada kentang, buncis, wortel, telur rebus dan daging serta potongan kecil cabe rawit Daun selada, tomat dan ketimun tidak turut direbus melainkan langsung diiris tipis tipis yang diaduk untuk dimasukkan ke dalam kuah kecap," terang Bu Tutik, salah satu karyawati Warung Makan Intan.
Ditambahkan Bu Tutik, yang membedakan selat pada biasanya dengan Selat Sayur Lodeh juga Selat Sambel Goreng Kacang Lotto pada tambahan racikan Lodeh dan Sambel Goreng Kacang Lotto serta kuahnya. Keduanya ini sedikit agak pedas. Selat biasa ditambah rebusan irisan kecil kecil tahu, tempe, kerecek kacang Lotto dan kuah pedas Sambel Goreng Kacang Lotto.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub : A.A. Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968Sedangkan menurut Bu Pri, untuk Selat Sayur Lodeh, dari racikan selat pada umumnya ditambah lagi dengan menu racikan Lodeh terung sekaligus kuah santan pedasnya. Boleh ditambahkan sedikit nasi, namun biasanya tanpa tambahan nasi pun Selat Sayur Lodeh juga Selat Sambel Goreng Kacang Lotto ini sudah cukup mengenyangkan." Lebih baik tanpa nasi, sehingga serasa bagus sekali bagi penyembuhan penyakit gula atau diabetes," pungkas Bu Pri. #Yani.
Wuri Baret : Hari Mulyono Itu Mudanya Tinggal di Laweyan
Wuri Baret, aktivis 1998 berada di depan pintu bersejarah. Pintu utama rumah Hari Mulyono saat di Kampung Batik Laweyan Solo. Foto ; Yani
GUGAT news.com SOLO
Kepada GUGAT news yang menjumpai di Kampung Batik Laweyan, Wuri Baret selaku aktivis 98 menuturkan jika tidak ada salahnya untuk memperkenalkan rumah Hari Mulyono (almarhum) yang banyak disebut sebut di dalam kasus dugaan ijazah palsu dari mantan presiden Jokowi. Adalah Hari Mulyono adik iparnya Presiden ke 7 Joko Widodo yang menikah dengan Ida, adik perempuan Jokowi.
"Kebetulan saya aktivis dan tinggal di Solo, sehingga tidak ada salahnya untuk memperkenalkan rumah Hari Mulyono di masa remajanya yang ada di Kampung Batik Laweyan, Solo. Selama ini, nama Hari Mulyono sering disebut-sebut sebagai adik ipar Jokowi yang menikah dengan Ida adik perempuan Jokowi. Hari Mulyono sendiri juga wong Solo putra dari Pak Marto Laweyan," terang Wuri Baret.
Konsultan Spiritual Islam Solusi Segala Problema, Nikah Siri, Rukyah dll. Hub ; A.A.Yani. Perumahan Pondok Baru Permai Blok K nomor 44 RT08 RW 12 Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. 081325995968
Tepatnya, lanjut Wuri Baret, rumah kuno milik orang tuanya Hari Mulyono yang usianya sudah ratusan tahun itu, ada di jalan Tiga Negeri Kampung Batik Laweyan, sebelah selatan dari Langgar Merdeka, mascot Kampung Batik Laweyan. Hanya saja, kabarnya rumah antik itu kepemilikan nya sudah berpindah tangan, sudah di beli seorang pengusaha dari Jakarta.
Menurut informasinya dari mereka para warga Kampung Batik Laweyan, keluarga atau bapak dan ibu Marto serta kakak dan adiknya Hari Mulyono, pindah rumah yang tidak jauh dari Kampung Batik Laweyan. Informasinya ada di Kampung Batik Sondakan yang ada di sebelah Utara dari Kampung Batik Laweyan. Sehingga tidak jauh dari rumah yang ada di Kampung Batik Laweyan.
Berdasarkan Pemantauan GUGAT news, ternyata informasinya keberadaan keluarga dari Hari Mulyono sekarang ini benar benar berada di sekitar wilayah Kampung Batik Sondakan yang tidak jauh dari tempat rumah semula di Kampung Batik Laweyan. Ada di sebelah Utara jalan raya dr Rajiman yang sudah masuk wilayah Kalurahan Sondakan.
Sayangnya, salah satu kakak laki laki dari Hari Mulyono yang tinggal di daerah Sondakan itu kini kondisinya tengah sakit dan duduk di atas kursi roda. Sehingga GUGAT news pun tidak jadi serasa kurang enak untuk berlanjut berbicara dengan Budi Kentut, kakak laki laki nya Hari Mulyono. Tanpa pikir panjang pun GUGAT news segera menyalami tangan Budi Kentut serta langsung saja pamit pulang. #Yan 1